Seputar Kagayo
Dari Perpustakaan Sekolah ke Panggung Drama: Pemimpin yang Melayani
Penulis: Cahaya Mutiara Assyifa (Anggota Jurnalistik Kagayo)
Editor: Pradnya Nareswari, S.Pd.
Yogyakarta — Sebanyak 15 siswa SMP Kanisius Gayam Yogyakarta berhasil meraih Juara 1 dalam pementasan drama Kitab Suci dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pementasan tersebut diselenggarakan oleh PT Kanisius dan berlangsung pada Sabtu (26/09/2026). Atas prestasi tersebut, SMP Kanisius Gayam memperoleh piala bergilir Keuskupan Agung Semarang, piala kejuaraan, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
Drama yang dipentaskan mengangkat kisah Perjamuan Malam Terakhir dan pembasuhan kaki para rasul oleh Tuhan Yesus. Dalam drama tersebut, para siswa mengisahkan keraguan Yudas Iskariot yang terus mendapat godaan dari Iblis untuk menyerahkan Tuhan Yesus. Di tengah pergulatan tersebut, Yesus tidak menunjukkan kemarahan, melainkan tetap memperlihatkan sikap rendah hati dengan melayani para rasul melalui pembasuhan kaki.
Kisah tersebut membawa pesan tentang kerendahan hati dan semangat melayani. Melalui drama, para siswa menyampaikan bahwa “menjadi besar bukan berarti harus selalu berada di depan, melainkan berani melayani, dan menjadi kuat berarti mampu merendahkan hati”. Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang ingin disampaikan kepada para penonton melalui pementasan.
Pementasan semakin hidup dengan kehadiran berbagai karakter yang diperankan oleh para siswa. Sosok Iblis ditampilkan dengan karakter yang menyeramkan dan dominan, sedangkan Petrus digambarkan sebagai tokoh yang berani menyampaikan penolakan dan membantah perintah Yesus. Penghayatan karakter dari para pemeran membuat alur cerita terasa lebih hidup dan membantu penonton memahami konflik yang disajikan.
Sebelum tampil di panggung, para siswa menjalani proses latihan selama beberapa minggu. Latihan dilakukan di perpustakaan SMP Kanisius Gayam di tengah kesibukan sekolah dan pelaksanaan ujian. Di bawah asuhan Eugenia Eva Luminamunda dan Suster Karolina Lipat Tolok, FCJ, para pemain memanfaatkan waktu setelah ujian maupun sepulang sekolah untuk berlatih dialog, mendalami karakter, serta mempersiapkan berbagai bagian pementasan.
Proses latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal naskah. Para siswa juga belajar memahami pesan yang terdapat dalam kisah Kitab Suci dan menyampaikannya melalui seni peran. Bagi para pemain, proses tersebut menjadi pengalaman untuk mendalami nilai kerendahan hati, pelayanan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Kesempatan tampil dalam pementasan BKSN tersebut diperoleh setelah para siswa SMP Kanisius Gayam mendapat undangan dari PT Kanisius untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung. Persiapan yang dilakukan selama beberapa minggu menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan dan kesiapan para pemain sebelum tampil.
Kerja keras dan kekompakan tim akhirnya membuahkan hasil. SMP Kanisius Gayam berhasil membawa pulang Juara 1, Piala Bergilir Keuskupan Agung Semarang, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan seni peran sekaligus menyampaikan nilai-nilai Kitab Suci melalui karya yang dekat dengan kehidupan generasi muda.